Kalimatnya itu bukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, masyarakat kalangan bawah pengguna minyak goreng belum tentu mempunyai telepon cerdas. Masyarakat miskin itu kesusahan membeli minyak goreng, apalagi membeli telepon cerdas.
"Minyak curah harus tersedia dan harus terjangkau oleh publik meski mereka tidak punya smartphone," kata Achmad dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/6/2022).
Itu penting dilakukan untuk menunjukan sikap negara hadir dalam lingkungan masyarakat kelas bawah yang tidak mempunyai telepon pintar.
Achmad pun mengakui penggunaan teknologi akan membantu menyederhanakan prosednur dan birokrasi yang bertele-tele. Tetapi, kata dia, kebijakan tersebut tentu tidak adil, terutama bagi mereka yang tidak punya telepon pintar.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri
Jokowi vs Janjinya: Benarkah Bakal Pulang Kampung atau Malah Mati-Matian untuk PSI?