Orang penting pertama yang terpublikasi menyatakan mundur dari PSI adalah Tsamara Amany Alatas. Posisinya terakhirnya sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI yang dijabat selama lima tahun.
Posisi terakhir Sunny -- yang merupakan mantan staf Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ketika masih menjadi gubernur Jakarta -- sebagai sekretaris Dewan Pembina PSI.
Kabarnya, Sunny meninggalkan PSI supaya dia bisa fokus mendukung Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang sedang bersiap maju menjadi calon presiden pada pemilu 2024.
Pilihan Sunny menjadi perhatian publik karena Anies yang didukungnya sekarang merupakan lawan politik Ahok di pemilihan gubernur Jakarta yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Sedangkan Tsamara meninggalkan PSI pada April 2022 alasannya ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya, salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?