“Dengan kata lain tidak ada lagi intrik bahwa Anies diasuh hanya untuk kepentingan satu kelompok,” jelas Rocky.
Rocky pun menyadari bahwa Anies akan mendapat banyak pertanyaan bahkan tuduhan oligarki. Tetapi menurutnya hal itu adalah tidak tepat.
Menurut Rocky gapura tersebut dalah sebuah simbol kebudayaan yang melegakan antar warga negara.
“Tapi kemudian ada yang cemburu seolah-olah Anies sudah memihak pada oligarki, bukan, ini simbol kebudayaan yang melegakan persahabatan,” ujar Rocky.
Baca Juga: Eks “Tangan Kanan” Ahok dan Pentolan PSI "Membelot" Dukung Anies Baswedan, Refly Harun Sampaikan Pertanyaan yang Nggak Main-main, Simak!
Rocky juga menyebut Anies mendapat kesulitan dalam menjelaskan khususnya bagi para pendukungnya, tetapi Anies menjawab hal itu dengan meresmikan gapura tersebut karena ingin adanya percakapan atau pembicaraan publik antar sesama warga negara yang menurut penjelasannya sangat penting dilakukan di negara demokrasi.
“Nanti orang bilang FNN lang promosiin Anies, bukan, faktanya memang begitu yang terjadi,” lanjut Rocky.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?