“Dengan kata lain tidak ada lagi intrik bahwa Anies diasuh hanya untuk kepentingan satu kelompok,” jelas Rocky.
Rocky pun menyadari bahwa Anies akan mendapat banyak pertanyaan bahkan tuduhan oligarki. Tetapi menurutnya hal itu adalah tidak tepat.
Menurut Rocky gapura tersebut dalah sebuah simbol kebudayaan yang melegakan antar warga negara.
“Tapi kemudian ada yang cemburu seolah-olah Anies sudah memihak pada oligarki, bukan, ini simbol kebudayaan yang melegakan persahabatan,” ujar Rocky.
Baca Juga: Eks “Tangan Kanan” Ahok dan Pentolan PSI "Membelot" Dukung Anies Baswedan, Refly Harun Sampaikan Pertanyaan yang Nggak Main-main, Simak!
Rocky juga menyebut Anies mendapat kesulitan dalam menjelaskan khususnya bagi para pendukungnya, tetapi Anies menjawab hal itu dengan meresmikan gapura tersebut karena ingin adanya percakapan atau pembicaraan publik antar sesama warga negara yang menurut penjelasannya sangat penting dilakukan di negara demokrasi.
“Nanti orang bilang FNN lang promosiin Anies, bukan, faktanya memang begitu yang terjadi,” lanjut Rocky.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?