Kini langkah Anies yang berencana menemmui Jokowi untuk membahas nasib tenaga kerja honorer juga tak luput dari perhatian.
Mengenai hal ini, Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan tenaga honorer bisa menjadi lumbung suara bagi Gubernur Anies Baswedan saat berlaga di pemilihan presiden 2024 mendatang.
Hal ini dimungkinkan terjadi bila Anies berhasil memperjuangkan nasib tenaga honorer saat ini di hadapan pemerintah pusat.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bisa membantu para honorer dalam kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
“Tenaga honorer itu lumbung suara yang luar biasa besar dan banyak. Kalau ada pihak gubernur atau siapa pun yang memperjuangkan nasibnya, tentu bisa mendapatkan simpati dari tenaga honorer,” ucap Ujang dilansir dari JPNN.com, Kamis (7/7/22).
Menurut dosen Al-Azhar itu, meraih simpati dan dukungan dengan cara seperti itu memang hal yang biasa dalam politik. Terlebih, bila para tenaga honorer merasa nasibnya telah diperjuangkan.
“Itu hal yang baik, bisa saja digunakan untuk mendapatkan dukungan dari honorer yang jumlahnya jutaan,” tuturnya.
Ujang mencontohkan eks Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat melakukan hal yang sama dengan mengangkat tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?