“Kemudian waktu dia jadi gubernur, dia datang ke kantor saya, kita makan siang. Dia cerita, dia tuh kepengen banget proyek MRT dimulai. Tapi kemahalan, ini harus negosiasi sama Jepang,” ungkapnya.
Menindaklanjuti keinginan Jokowi itu, lanjut Rizal, ia lantas berbicara kepada Direktur JICA Tanaka San yang membiayai semua proyek Jepang di seluruh dunia.
“Dua minggu kemudian saya memang harus ke New York, salah satu anggota dewan panel PBB itu Tanaka San, dia itu Direktur JICA, yang membiayai semua proyek Jepang di seluruh dunia,” kata Rizal.
Kepada Tanaka, menurut Rizal, ia meminta JICA untuk mengirim tim ke Jakarta guna menegosiasi ulang biaya pembangunan MRT itu agar lebih murah.
“Saya bilang ke Tanaka, you gak bener, gak bakal jalan tuh MRT di Jakarta, wong terlalu mahal. Kirim tim ke Jakarta, negosiasikan supaya biayanya lebih murah. Dia langsung setuju, ‘Dr Ramli i’ll send tim ti negotiate to Jakarta next week’,” bebernya.
Setelah ketemu Tanaka, Rizal Ramli langsung menelpon Jokowi dan mengatakan bahwa Jokowi beruntung lantaran hanya berselang dua minggu ia meminta tolong kepada Rizal, keinginannya membangun MRT itu pun lantas jadi.
“Saya dari New York langsung telpon Jokowi, mas sampeyan itu hoki banget, baru minta tolong sama saya, kurang dari 2 minggu ini barang udah jadi,” ujarnya.
Sumber: makassar.terkini.id
Artikel Terkait
Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Ancaman Nyata bagi Masa Depan PSI Pasca-Jokowi?
Jokowi Klaim Tak Teken Revisi UU KPK 2019, Tapi Pengamat Beberkan Fakta Mengejutkan Ini
Gibran Jadi Bumerang Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analis Prediksi Duet Ini Berisiko
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana