Ganjar Pranowo ingin menunjukkan seorang santri dan dekat petani dengan memakai sarung serta berpeci saat menanam padi di sawah.
“Pakai sarung dan peci di sawah dengan menanam padi, pencitraan Ganjar norak. Ganjar ingin memunculkan politik identitas,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada redaksi www.suaranasional.com, Kamis (4/8/2022).
Menurut Rahman, Ganjar yang memakai sarung saat menanam padi justru menghilangkan substansi seorang petani. “Kalau menjadi petani, Ganjar harus pakai celana kolor, kaos yang kotor penuh dengan tanah,” jelasnya.
Kata Rahman, Ganjar itu seorang politisi yang mempunyai ambisi menjadi presiden Indonesia. “Makanya pencitraan yang dilakukan Ganjar dilakukan secara profesional,” ungkap Rahman.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?