Kapolri Listyo Sigit sesungguhnya memiliki momentum untuk mencatatkan namanya dalam sejarah Polri setara dengan Polisi yang dikenal berintegritas, berani dan jujur, eks Kapolri Hoegeng.
Dalam penanganan kasus ini, seperti jaring laba-laba. Bukan sekadar pembunuhan, tapi berkaitan dengan penyidikan, menghadirkan bukti, baik alat bukti dan barang bukti, maupun dalam perlakuan seperti interograsi dan penahanan.
Habib Umar menambahkan reformasi Polri secara eksternal sudah dapat diukur dengan kinerja polisi selama ini. “Tapi bagaimana dengan reformasi internal seperti budaya Korupsi, kolusi dan nepotisme dalam penanganan kasus, pengembangan lembaga terkait dengan SDM dan lain sebagainya?” ungkap Habib.
Tidak bisa dipungkiri kalau negara ini masih butuh kerja polisi sebagai pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat.
“Tapi kita butuh polisi yang bersih, yang benar benar menegakan keadilan, dan menjaga kehancuran negara dari narkoba dan judi online serta kejahatan kejahatan lainnya yang menyebabkan rusaknya generasi muda dan bangsa ini. Semoga ke depanya tidak ada lagi permainan oknum polisi yg menjijikkan,” katanya.
Sumber: suaranasional.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?