Selain itu, ia mencatat kemiskinan ekstrem di Jateng pada tahun 2022 meliputi 19 daerah di Jawa Tengah.
“Ini bumerang bagi Ganjar, sebab target PDIP itu tidak realistis. Ia sebagai kepala daerah saja masih gagal mengurusi daerahnya yakni Jawa Tengah,” tuturnya.
Maka dari itu, Efriza menyimpulkan maksud PDIP menyampaikan ke publik soal gagasan pengenatasan kemiskinan itu adalah untuk membuka borok Ganjar.
“Ini menunjukkan isi hasil Rakernas PDIP ketiga itu niatnya baik, ingin mengentaskan kemiskinan. Tapi, malah membuka aib Ganjar,” demikian Efriza menambahkan.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?