"Jadi kalau jadi pemimpin ya siap diinjak kepalanya oleh rakyat, karena tuannya rakyat, apa yang terjadi kesabaran ini lah yang kemudian memunculkan bahwa rakyat akan percaya," sambungnya.
Ganjar: Megawati Dibully Tak Marah
Ganjar kemudian menerangkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat samudera yang harus menerima semuanya mulai dari protes sampai bullying. Dia menyebut hal itu ada dalam diri Megawati yang teguh dengan prinsipnya tidak pernah terpengaruh hal lain.
"Terakhir samudera, mampu jadi hilir yang menerima semua air yang mengalir padanya. Apapun tadi protes, di-bully, dimintai tolong, dicaci maki, ataupun disanjung jadi muara dan samudera," ujar Ganjar.
"Kalau orang Jawa bilang mesti jembar dhodho, dadanya lebar menerima dengan sabar tidak marah, tidak mudah tergoda dan memiliki prinsip kuat," imbuh Ganjar.
Ganjar kemudian mencontohkan sosok Megawati. Menurutnya, Presiden RI ke-5 itu memiliki prinsip kuat dan tidak pernah mudah tergoda.
"Kalau saya contohkan Bu Mega, tidak pernah tergoda dan prinsipnya kuat. Digoda kiri kanan, tidak pernah. Maju terus, maju terus. Itu pelajaran luar biasa dari tingkat kesamuderaan kita," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?