“Jadi sebetulnya itu nggak ada ikatan apa-apa antara Presiden sekarang dan Presiden berikutnya. Satu-satunya ikatan ya kepercayaan atau moral trust,” ujarnya.
Rocky Gerung bahkan berpendapat kalau publik sendiri menginginkan ada perubahan drastis dalam rezim ini. Sebagai contoh, beberapa proyek mercusuar seperti Sirkuit Mandalika yang memiliki utang sampai Rp4,6 triliun itu bisa merugikan negara jika dilanjutkan.
Akan buruk bagi negara jika Presiden Indonesia berikutnya melanjutkan proyek negara atau sampai menalangi utang yang sudah dibuat di era kepemimpinan Jokowi. Jika ada proyek yang membawa dampak buruk bagi negara, Rocky Gerung berpikir untuk apa dilanjutkan.
“Jadi banyak hal yang memang harus diubah itu. Bagus betul mengatakan bahwa arah kita sudah benar. Tetapi proyek-proyek yang memeras pajak rapat dan membangkrutkan negara karena utang kan bisa digantikan,” tutup Rocky Gerung.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?
Masa Depan Suram PSI? Analis Beberkan Risiko Fatal Andalkan Jokowi dan Kaesang