Menurutnya prediksi Adian Pilpres mendatang hanya diikuti dua calon, tidak terlepas dari adanya upaya penjegalan terhadap Anies.
"Peran yang dilakukan Bung Adian ini jika kita melihat gambar besarnya merupakan bagian dari operasi politik All Jokowi’s Men. Bagian dari operasi besar untuk secara sistematis menjegal pencapresan Mas Anies," kata Kamhar.
"Karena sedang berkuasa dan didukung penuh kekuasaan, bisa menggunakan dan mengendalikan berbagai instrumen dan sumberdaya untuk propaganda All Jokowi’s Men. Jadi lebih tepatnya peran Adian sebagai agitator," sambung Kamhar.
Kamhar lantas menyinggung perlambatan dan kemunduran kerja pemerintah di berbagai sektor yang kini dirasakan oleh rakyat. Kamhar menyoroti sekaligus kasus korupsi dana bansos yang terjadi pada saat pandemi.
Ia menilai rakyat tentu akan membanding-bandingkan bagaimana masa pemerintahan di era presiden sebelumnya, yakni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pemerintahan sekarang. Perbandingan itu, kata dia, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan daya beli, pembangunan pendidikan dan kesehatan, pelestarian lingkungan, pembangunan demokrasi, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan sebagainya.
"Jadi, rakyat semakin tercerahkan dan tercerdaskan, karenanya rakyat menghendaki perubahan dan perbaikan. Agitasi murahan yang disampaikan Adian tak akan mendapatkan tempat," kata Kamhar.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?