POLHUKAM.ID - Pegiat Sosial Media, Muhammad Said Didu, memberikan tanggapan terhadap sindiran yang dilontarkan oleh budayawan Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa mengenai calon presiden yang pandir, banjir, dan hanya ingin perubahan.
Sindiran tersebut disampaikan oleh Said Didu melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 25 Juni 2023.
Said Didu membalas, jika banyak cendekiawan yang jadi tukang bersih-bersih, atau cendekiawan kanebo.
“Juga banyak cendekiawan jadi tukang ‘bersih-bersih’ yang saya istilahkan #cendekiawankanebo,” tulis Said.
Sebelumnya, pada perayaan Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Budayawan Butet Kertaredjasa ikut meramaikan acara tersebut pada Sabtu, 24 Juni 2023.
Dalam perayaan Bulan Bung Karno tersebut, Butet Kertaredjasa membawakan pantun di hadapan 100 kader PDI Perjuangan.
Pantun yang dibacakan oleh Butet Kertaredjasa di hadapan 100 kader PDI Perjuangan dianggap sebagai sindiran kepada Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Awalnya, Butet memuji PDIP yang memiliki semangat untuk meneruskan, tidak seperti kelompok lain yang datang dengan semangat perubahan.
“Butet Kertaredjasa mengatakan, ‘Di sini semangat meneruskan, di sana ingin perubahan. Itulah sebuah persaingan,’” kata Butet Kertaredjasa.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?