Menurut Refly, prestasi suatu pemerintahan dilihat di bagian akhir masa jabatan.
“Jadi, jika dikatakan nirprestasi, bukannya tak ada prestasi sama sekali. Namun, hasil prestasi itu dilihat di akhir pemerintahan, seperti orang bagi rapot,” paparnya.
Refly menegaskan Presiden Jokowi tentu memiliki cukup banyak prestasi, seperti membangun infrastruktur, hingga menyamakan harga BBM di Papua dan Jawa.
Namun, dampak buruk dari pemerintahan Jokowi juga cukup banyak.
“Misalnya, utang luar negeri menggunung, kemampuan fiskal Indonesia makin melemah, kohesi sosial tercederai, hingga ada segregasi di masyarakat,” katanya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Survei Mengejutkan: AHY Kalahkan Gibran & Anies di Bursa Cawapres 2029, Siapa Pemenangnya?
Misteri di Balik Pertemuan Rahasia Damai Hari Lubis & Eggi Sudjana dengan Jokowi: Bukan Minta Maaf, Ternyata Ini!
12 Perusahaan Diduga Picu Bencana Ekologis Sumatera: Satgas Kantongi Bukti Kuat!
Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?