Menurut Refly, Indonesia malah mengalami resentralisasi kekuasaan politik.
“Perkembangan demokratisasi kita tidak maju, tetapi malah mundur ke belakang,” ujarnya, dilansir dari kanal YouTube Refly Harun.
Refly menegaskan bahwa masyarakat harus bisa melihat masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara objektif.
Menurutnya, masyarakat harus bisa menilai apakah masa pemerintahan Jokowi itu masa keemasan, di mana keberhasilan ditorehkan, atau malah sebaliknya.
“Apakah masa pemerintahan Jokowi adalah masa pemerintahan yang punya banyak masalah di segala aspek? Baik politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga hukum,” ungkapnya.
Advokat itu pun mendorong masyarakat untuk berdebat secara terbuka dan sehat.
“Jangan malah menggunakan tangan-tangan kekuasaan dan pemidanaan untuk menghalangi orang bertindak dan berdebat secara objektif mengenai legacy dari pemerintahan Presiden Jokowi,” tuturnya.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?