Akan tetapi, sambung dia, jika PDIP ataupun Gerindra menolak Etho, maka PAN memiliki opsi lain. Yakni mengusung kedua ketum yang masih tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
“Ada Airlangga dan Zulhas yang mungkin ini merupakan poros ke empat yang disebut-sebut. Dan bagi sebuah parpol bisa mengajukan kader terbaiknya di dalam perhelatan pilpres, tentu sebuah kebanggaan oleh karena itu opsi itu masih belum kita tutup dan kita jajaki hingga kini,” ucapnya.
Eddy menyebut bahwa alasan mengusung Etho karena Menteri BUMN tersebut sudah aktif berkegiatan bersama, selama 1,5 tahun ini. “Termasuk juga rekam jejak Etho, beliau sukses menyelamatkan republik, beliau sukses menjadi ketua Asian Games, beliau sebagau menteri BUMN berhakil menyetorkan dividen terbesar dalam sejarah BUMN di Indonesia. Terakhir sebagai Ketum PSSI sudah membuktikan tangan dingin Etho,” tandasnya.
Oleh karena itu, PAN akan tetap konsisten dalam mengusung Etho sebagai cawapresnya. “Jadi sampai saat ini, kami memang tidak merubah posisi dan tetap mengajukan Pak Etho sebagai bacawapres dari kedua tokoh tersebut,” tutup Eddy.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?