“Sebetulnya PDIP itu hanya ingin PKB dan Golkar. Tidak terlalu penting bagi PDIP (terhadap) partai-partai lain,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/7).
Namun demikian, pendekatan PDIP terhadap parpol pimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Airlangga Hartarto itu belum terlihat ujungnya. Baik PKB maupun Golkar mempunyai nilai tawar yang tinggi terkait posisi cawapres.
“PKB memberikan harga mati Cak Imin cawapres, seperti harga matinya Airlangga Hartarto. Ini yang membuat ruang gerak PDIP agak kesulitan menggandeng apakah itu PKB maupun Golkar,” tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo