Padahal ia mengatakan bahwa renovasi ini tak hanya terjadi di JIS. Bedanya tak ada yang mempolitisasi dari revitasisasi stadion-stadion tersebut. Satu-satunya yang sulit direnovasi adalah JIS.
"Giliran JIS pendukung Anies ga terima, ngamuk2 sampai mencaci maki presiden Jokowi hingga memfitnah pak Erick, akibatnya malah satu persatu kebohongan mereka terbongkar," tegasnya.
Chusnul mengatakan masyarakat akhirnya menjadi tahun sejumlah kebobrokan dari JIS. Hal ini berkat dari efek manuver dari Kubu Anies. Menurutnya jika mereka tak terkait soal politisasi renovasi, polemik hingga kemunculan sejumlah fakta menarik soal stadion itu tak mungkin terjadi.
"Coba dari awal tidak membawa olahraga ke politik mungkin gak akan seperti saat ini," ungkapnya dengan tegas.
Sementara itu, Kubu Anies Baswedan sendiri masih teguh dengan keyakinan adanya isu politis dari renovasi JIS. Pihaknya mengatakan bahwa apakah stadion itu sudah masuk standarisasi dunia atau tidak, tak boleh diputuskan sepihak oleh pemerintah, hal itu adalah wewenang dari FIFA.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?