"Tidak apa-apa, karena itu digerakkan oleh grup yang memang punya kepentingan politik tersendiri. Silakan saja," tuturnya.
Namun begitu, Anas menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin lagi ada kezaliman hukum menimpa orang lain, sebagaimana pernah ia rasakan.
"Saya tidak ingin menyebut nama karena yang penting adalah bukan orangnya, bukan namanya. Jadi, buat saya orangnya siapa, namanya siapa, itu bukan sesuatu (yang penting disebutkan) gitu," demikian Anas.
Pada 9 Maret 2012 silam, Anas pernah berjanji apabila ia korupsi kasus Hambalang maka ia siap digantung di Monas Jakarta. Satu tahun setelahnya, atau pada Februari 2013, Anas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Mantan Ketua Umum Demokrat itu lalu ditahan pada Januari 2014.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?