Dikatakan Jamiluddin, memilih Ahok menjadi Dirut akan lebih banyak negatifnya bagi Pertamina. Hal itu akan menjadi beban bagi Pertamina ke depan.
Faktor kedua, kapasitas Ahok untuk menjadi Dirut Pertamina sangat diragukan. Hal itu dapat dilihat dari kinerjanya selama menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Atas dasar itu, Ahok dinilai tak layak menjadi Dirut Pertamina. Lebih baik mempertahankan Dirut saat ini daripada memaksakan Ahok yang tak jelas prestasinya.
Tiga, kalau Ahok menjadi Dirut Pertamina, akan terjadi gelombang penolakan. Sebagian masyarakat pastinya tidak akan menerima Ahok jadi Dirut.
"Kalau hal itu terjadi, situasi di Pertamina tidak akan kondusif. Hal itu akan mempengaruhi kinerja Pertamina ke depan," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya
Bahlil Naikkan Harga BBM & LPG: Bumerang Politik Pertama untuk Pemerintahan Prabowo?