“Deviden tahunannya bukan hanya berujung di kantor-kantor di Jakarta, rumah-rumah di Jakarta, tapi biarkan deviden itu dirasakan juga oleh rakyat-rakyat yang ada di sepanjang jalan itu," kata Anies.
Contohnya, kata Anies, ketika dilakukan pembebasan lahan dengan lebar 80 meter dan panjangnya ratusan meter untuk pembangunan jalan tol, maka lahan tersebut dihitung sebagai penyertaan modal dari rakyat, yang hasilnya nanti akan dirasakan oleh rakyat di daerah tersebut.
"Maka mereka tidak hanya menjadi penonton atas kendaraan-kendaraan yang lewat di depan kampungnya, yang mereka sendiri belum tentu pernah naik tol itu, tapi mereka akan merasakan kampung kami itu, ini bisa dibangun ini bisa dibangun kenapa? Karena kami dapat 0,00 sekian persen dari manfaat ini," terang Anies.
Bukan hanya terkait jalan tol kata Anies, rest area di jalan tol juga seharusnya dimiliki oleh koperasi-koperasi di daerah jalan tol, sehingga rakyat juga mendapatkan manfaatnya.
“Ribuan mobil akan mampir ke tempat itu tiap minggu itu, (tapi) rakyat di sana menonton saja, dan pemilik tanah di situ hanya bisa menyesal, sayang sekali ya dulu tanahnya saya jual, saya nggak tahu itu bakal jadi rest area. (Penyesalan rakyat itu) karena kita tidak memasukkan unsur keadilan di dalam menyusun kebijakan," jelas Anies.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?