Dari pandangannya, hingga waktu pendaftaran pasangan Capres-Cawapres dari 19 Oktober 2023 hingga 25 Nopember 2023 nanti bisa terjadi perubahan koalisi. Dia mencontohkan terjadinya perputaran posisi Capres atau Cawapres bisa mengubah poros yang sudah ada saat ini.
Namun, dia meyakini koalisi pengusung Ganjar Pranowo yakni PDI Perjuangan, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura tetap solid dengan dukungannya.
“Saya yakin ini masih sangat akan dipengaruhi oleh beberapa kontestasi calon presiden ini serta cawapresnya, dan bisa saja situasinya berubah,” tutur dia.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono juga mengucapkan selamat terhadap pembentukan koalisi tersebut. Menurutnya, terbentuknya koalisi baru adalah hal yang biasa dalam negara demokrasi.
Dia juga menilai pasca koalisi itu terbentuk, rakyat semakin yakin untuk menentukan pilihannya untuk Pemilu tahun depan. Terlebih, 9 partai parlemen kini sudah menentukan sikapnya untuk Pemilu mendatang.
“Ini semata-mata tentu untuk terbentuknya sebuah jalan politik yang disajikan kepada rakyat untuk nanti rakyat bisa lebih mudah. Karena dengan pengerucutan bergabungnya partai sekarang seluruhnya berada pada penggabungan itu maka rakyat sudah tidak ada yang dinanti lagi,” ujar Mardiono saat ditemui pada Senin (14/8/2023).
Seperti yang diberitakan, selain koalisi pengusung Prabowo Subianto tersebut, juga ada dua poros lainnya. Yakni poros pengusung Ganjar Pranowo yang diikuti PDI Perjuangan, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura, serta koalisi pengusung Anies Baswedan yang diusung Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.
Sumber: suara
Artikel Terkait
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!