Menurutnya, situasi tersebut sangat menarik jika diamati. Terlebih sepertinya AHY masih tidak disepakati oleh internal Koalisi Perubahan.
"Maksud saya gini, kalau cawapresnya AHY apakah NasDem akan hengkang, kalau cawapresnya bukan AHY apakah Demokratnya yang akan hengkang, ini menarik," ujarnya.
"Masalahnya adalah sepertinya AHY tidak disepakati. Kalau kita tidak sepakati kan susah," lanjut dia.
Meski begitu, pakar hukum tata negara itu menyebut sejumlah figur yang berpeluang menjadi cawapres dari Anies, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
"Maksudnya adalah kan tidak boleh ada jalan buntu. Kalau AHY tidak disepakati ya mbok ya Khofifah tapi Khofifah misalnya tidak disepakati oleh kubu Demokrat apakah Gatot bisa disepakati," pungkas Refly.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?