"Tetapi di tengah perjalanan, pasca pencapresan Ganjar, di situ baru terjadi riak-riak. Relawan mulai dukung Prabowo, kemudian Effendi Simbolon, dan sekarang Budiman Sudjatmiko," ungkap Ujang.
Analis Politik Universitas Al Azhar itu juga mengatakan, kenyataan itu harus dihadapi dan disadari PDIP, bahwa ternyata ada kader yang tidak sepakat dengan pencapresan Ganjar.
"Dalam konteks Budiman Sudjatmiko, mungkin mau melawan arus dengan dukung Prabowo, mungkin juga dia ada kepentingan pribadi," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?