"Hati-hati lho, mesti dilihat kalau ada bisik-bisik si A ini kelihatannya mau diambil, sudah drop, karena apa? Keputusan KPU sekarang apalagi kalau sudah jadi DCT (daftar calon tetap), itu justru kayaknya di situ yang akan dimainkan," jelas Megawati.
"Jadi nanti kalau ada seseorang sudah ditarget, mestinya kalau benar administrasi atau prosedur ketika masih sementara (daftar calon sementara), harus dilihat CV dan lain sebagainya," tutur dia.
Lebih jauh, Megawati mengatakan masalah ini merupakan realita politik yang terjadi saat ini. Menurutnya, akan menjadi kerugian besar jika sampai ada caleg dicoret oleh KPU.
"Tentu pada kenyataannya ini kerja politik, nanti akan tentu dicopot tidak boleh jadi calon. Dan saya bilang pada Sekjen (Hasto Kristiyanto) ini ruginya 2 kali," ucap Megawati.
"Kenapa? Setelah dicopot nomor itu tidak akan boleh diganti, kosong. Jadi bayangkan kita rugi orang dan rugi partai," tutup dia.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri