“Pertama, kami meminta kepada DPP PSI untuk kembali menyerap aspirasi dan keinginan rakyat terkait bakal calon presiden yang memiliki komitmen kerakyatan dan melanjutkan visi misi pembangunan Pak Jokowi,” kata Grace Natalie, saat membacakan hasil musyawarah 38 perwakilan DPW PSI se-Indonesia dikutip dari Viva.
Rekomendasi kedua yaitu mempertimbangkan hasil judicial review batas usia capres dan cawapres dan mempertimbangkan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi.
“Perlu dicermati bersama-sama semua dinamika politik termasuk proses judicial review ke Mahkamah Konstitusi mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden yang sedang diajukan oleh LBH PSI di Mahkamah Konstitusi,” tambah Grace.
Kemudian dalam rekomendasi ketiga ada perbedaan pendapat tentang siapa yang layak didukung sebagai capres 2024, ada yang memilih Ganjar dan ada juga yang memilih Prabowo, dan ada juga yang meminta 'menjomblo'.
“Rekomendasi keempat, maka kami menegaskan kembali bahwa kriteria utama dalam memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden adalah figur yang benar-benar bisa melanjutkan semua yang sudah dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi,” ucapnya.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?