Seperti diketahui, Budiman Sudjatmiko baru saja dipecat oleh PDIP karena mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.
“Ya kalau pilihan diambil boleh-boleh saja secara political praktis ya, politik praktis. Tapi saya akan jauh lebih sedih ketimbang saya dipecat kalau itu terjadi,” katanya.
Budiman Sudjatmiko sekali lagi menekankan bahwa nilai yang dipegang Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sangat berbeda.
Oleh sebab itu, ia merasa kedua bakal calon presiden 2024 ini lebih baik maju terpisah, bersama kelompok masing-masing.
Lagi pula, menurut Budiman, sebagian pendukung Anies Baswedan akan sangat sulit bergabung dengan PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo.
Dengan pemikiran ini, Budiman Sudjatmiko merasa kubu Ganjar Pranowo dan kubu Anies Baswedan tidak boleh dipaksakan untuk bersama.
“Ya, valuenya berbeda ya. Biarkan Pak Anies dengan kubunya sendiri, dengan kelompok-kelompoknya sendiri,” kata Budiman Sudjatmiko.
“Menurut saya sebagian yang bersama Pak Anies memang agak susah harusnya bercampur dengan PDI Perjuangan. Kalau dipaksakan akan lucu,” sambungnya.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang