Lebih lanjut, NasDem sebelumnya ingin memajukan putri Presiden ke-4 Gus Dur, Yenny Wahid dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa demi menolak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Kemarin ketika Ahmad Ali dan unsur-unsur NasDem lainnya menolak AHY baik dengan keras maupun dengan halus mereka masih menggadang-gadang misalnya Yenny Wahid kemudian juga Khofifah Indar Parawansa atau calon lainnya," ujar Refly.
Namun hal itu tidak disampaikan secara tegas oleh NasDem, karena Khofifah maupun Yenny Wahid tidak bisa membuat kursi NasDem bertambah, sehingga ambang batas untuk mendaftarkan capres dan cawapres tidak bisa dipenuhi jika PKS atau Demokrat tidak setuju.
"Tetapi mereka tidak firm, kenapa tidak firm, karena baik Yenny Wahid maupun Khofifah tidak membawa tambahan kursi atau kursi yang menentukan untuk lolosnya presidential threshold," tandasnya.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran