POLHUKAM.ID - Pengamat politik Refly Harun mengungkapkan bahwa tidak masalah Demokrat dan PKS keluar dari Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024 dengan meninggalkan NasDem.
Pasalnya bergabungnya PKB mendukung Anies Baswedan membuat NasDem memenuhi presidential threshold 20 persen, sehingga tanpa Demokrat dan PKS keduanya masih bisa mendaftarkan capres-cawapres.
"Sekarang seandainya pun Demokrat ngambek lalu keluar dari Koalisi diikuti PKS ngambek keluar dari koalisi juga, maka NasDem dan PKB sesungguhnya masih tetap bisa mencalonkan," ungkapnya.
Jika hal tersebut terjadi, maka sudah terjawab kenapa istana sengaja menyerap PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, dan PAN di parlemen, karena agar Demokrat dan PKS tidak bisa mengusung calonnya sendiri.
"Kalau itu yang terjadi ya itu namanya seperti awal yang saya katakan dulu bahwa memang istana sengaja menyerap 7 partai politik di parlemen dan meninggalkan Demokrat dan PKS agar mereka bisa mengusung calon sendiri, dan dua partai ini ditinggalkan tidak bisa mengusung calon karena tidak mencapai 20%," bebernya.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang