Jauh sebelum itu, kata Abror, sebenarnya sudah dijadwalkan pertemuan dengan Cak Imin ketika Anies sedang di Surabaya. Tepatnya sebelum Anies menjalankan ibadah haji.
“Tapi Cak Imin (belum bersedia) dengan berbagai alasan,” kata dia.
Abror juga mengungkap, alasan pemilihan Cak Imin yaitu lantaran elektabilitas Anies di Jatim masih sangat lemah dibandingkan dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sehingga diharapkan suara Cak Imin bisa mendongkrak elektabilitas Anies di Jatim.
Pun soal keluarnya Demokrat dari koalisi pengusung Anies, Abror menyatakan hal itu sudah diperhitungkan. Para relawan, kata dia, sudah memahami dalam politik pasti ada kekecewaan dan setiap keputusan tentu tidak bisa menyenangkan semua orang.
“Memilih AHY pun belum tentu menyenangkan semua orang. Saya kira ini risiko dalam politik,” kata dia.
Lebih lanjut, Abror menyatakan para relawan tetap tegak lurus kepada Anies Baswedan. “Sebagaimana semboyannya relawan Anies Baswedan Jawa Timur, ‘tali duk tali layangan, pilihane sithok, Anies Baswedan’,” tegas Abror.
Sumber: beritajatim
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...