POLHUKAM.ID - Kritikus Faizal Assegaf mengungkapkan bahwa bisa jadi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar diusik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kemarahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun juga tidak menutup kemungkinan diusiknya Cak Imin oleh KPK karena Presiden Joko Widodo (Jokowi), pasalnya bersatunya PKB dengan Anies Baswedan bersama NasDem membuat ruang gerak mantan Wali Kota Solo itu semakin terjepit.
"Istana dan KPK sangat hati-hati. Sebab bersatunya Nasdem dan PKB usung Anies-Cak Imin, membuat ruang gerak Jokowi semakin terjepit. Itu poinnya!" ucapnya dikutip WE NewsWorthy dari akun X pribadinya, Senin (4/9).
Citra Jokowi akan semakin rusak jika PKB disentuh, tapi faktor kemarahan SBY setelah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal menjadi cawapres Anies patut diperhitungkan dalam pengusutan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) era Cak Imin.
"Nasdem sudah diobok-obok. Jika PKB pun dizalimi, imbasnya semakin merusak citra Jokowi. Namun, kemarahan SBY lantaran anaknya gagal jadi Cawapres, juga patut diwaspadai," ujarnya.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang