Bagja menilai pamflet tersebut memuat fitnah apalagi dibumbui dengan narasi politik pencalonan bupati.
"Jelas itu tidak benar. Saya gak pernah kasih uang buat aksi ke KPK. Memang saya sempat ditelepon pak Jacob, tapi saya gak kasih uang," kata Bagja.
Menurutnya, narasi dalam pamflet tersebut diduga kuat berasal dari rekaman pembicaraan dirinya yang dikutip tidak utuh. Saat itu, dirinya beserta istri bertemu dengan Bupati Hengky Kurniawan beserta Sonya Fatmala, tanpa sengaja saat berada di pusat perbelanjaan Paris Van Java (PVJ) Kota Bandung.
Rupanya perbincangan di sana direkam dan jadi kesimpulan dalam informasi yang beredar di medsos tersebut. Untuk itu pihaknya akan mencari tahu siapa yang membuat dan pertama men-sharekan informasi itu, serta maksudnya apa. Sebab tidak pernah terucap seperti apa yang dituduhkan.
"Saya sudah telpon ke Pak Hengky, soal keberatan penyebaran pembicaaran sepihak tanpa izin. Itu tidak etis, apa yang direkaman disampaikan, padahal tidak utuh," keluhnya.
Terkait hal ini dirinya akan berkonsultasi dengan tim hukum untuk mencari solusi, karena prinsipnya tidak mau ada kegaduhan yang timbul di KBB. Meskipun sudah sangat dirugikan, termasuk goresan pertemanan dengan Ibu Ida yang sudah bertahun-tahun terjalin kini sedikit terganggu.
"Kalau sudah ketemu siap orang pertama yang upload pamflet itu saya minta hapus dan minta maaf," ucap Bagja.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?