Belum lagi, lanjut Novel, Anies hanya bisa diam saja saat serentetan kasus yang melibatkan kepentingan dari Kelompok 212.
"Selama ini boleh dikatakan hampir tidak ada kontribusinya untuk mendukung perjuangan kami seperti Kasus KM 50, penolakan Coldplay dan isu LGBT, RUU HIP dan lain sebagainya," jelasnya.
Novel juga mengingatkan kalau Anies tidak juga membuka komunikasi dengan Kelompok 212, bukan tidak mungkin Anies bisa ditinggalkan.
"Anies itu sudah lekat dengan 212. Kalau Anies ingin lepas dari bayang-bayang 212 maka jelas akan ditinggalkan. Anies dan Imin harus memberikan klarifikasinya agar 212 dan NU bisa bersatu," tandasnya.
Sumber: wartaekonomi
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?