POLHUKAM.ID - Usai menyatakan tidak bisa menindaklanjuti, kini malah bersuara lagi dan mengaku masih melakukan kajian. Bawaslu seperti orang linglung saat menangani polemik penampilan bacapres Ganjar Pranowo dalam tayangan azan di salah satu stasiun televisi swasta.
Inkonsistensi terlihat, ketika salah satu Komisioner Bawaslu, Puadi mengatakan bahwa persoalan ini masih dalam kajian, bahkan ia mengklaim telah menerjunkan jajarannya di daerah untuk menelusuri ada tidaknya dugaan pelanggaran dalam tayangan azan tersebut.
Sejauh ini, tutur dia, Bawaslu baru menganggap tayangan tersebut sebatas informasi awal. Dari informasi awal itu, Bawaslu masih melakukan kajian. Menurut Puadi, penelusuran yang dilakukan jajaran Bawaslu daerah bertujuan untuk mendalami lokasi kejadian.
"Kita kemarin instruksi ke (Bawaslu) Jawa Barat, Banten, DKI untuk menelusuri. Nanti penelusuran ini nanti dikaji oleh teman-teman provinsi, apakah dari peristiwa tersebut nanti kaitannya dengan locus delicti," ucap Puadi saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Bawaslu, lanjutnya, tidak menyoalkan ketika Komisi Penyiaran Informasi (KPI) telah lebih dahulu menyimpulkan kasus azan maghrib yang menampilkan Ganjar itu. Menurutnya, Bawaslu memiliki aturan main sendiri dalam menelusuri informasi awal terkait dugaan pelanggaran pemilu.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan