“Mungkin, masyarakat belum begitu tahu soal tata cara protokoler kenegaraan tersebut,” jelasnya.
Andrea menambahkan, jika Indonesia berkunjung dalam agenda bilateral, tentu Presiden AS Joe Biden bersama petinggi lainnya akan menyambut di bandara.
Hal itu karena agenda bilateral biasanya to the point, para pemimpin negara langsung menuju ke istana negara untuk membahas suatu hal penting.
Namun, keadaan berbeda ketika suatu negara datang ke negara lain sebagai partisipan konferensi tertentu, seperti ASEAN-US Special Summit.
“Para pemimpin negara yang diundang juga tidak langsung bertemu dengan Joe Biden. Mereka bertemu DPR dahulu, CEO perusahaan, wapres, baru pada acara puncak bertemu (Biden, red),” jelasnya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?