Refly menyebut koalisi Prabowo merupakan koalisi para orang kaya, karena di dalamnya terdapat Partai Golkar, Gerindra, PAN, dan sekarang Demokrat, ditambah dengan kekayaan pribadi masing-masing petingginya.
"Terlebih Demokrat akhirnya berlabuh ke Prabowo Subianto, jadi bisa dikatakan ini koalisi orang kaya, jadi koalisi Prabowo itu koalisi orang kaya, koalisi partai-partai kaya," ujarnya.
"Bayangkan di situ ada Golkar, di situ ada Demokrat, di situ ada tentu saja Gerindra, belum lagi kekayaan pribadi tokoh-tokoh yang bergabung ya terutama capresnya Prabowo Subianto," lanjutnya.
Tapi terlepas dari hal tersebut, Refly mengatakan yang paling penting dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 adalah diadakan dengan prinsip jujur dan adil (jurdil) tanpa kecurangan dalam bentuk apapun.
"Yang paling penting adalah pemilunya jurdil, jujur dan adil, itu yang paling penting, jadi tidak ada gunanya kita mencari pemimpin tetapi menang dengan cara curang, baik dengan mengubah suara maupun dengan melakukan hal-hal yang dilarang seperti money politik," tandasnya.
Sumebr: populis
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?