Pada 21 September 2023, Megawati kemudian memanggil petinggi PDIP ke kediamannya di Teuku Umar.
Dalam video itu, panggilan ayang bebeb disebut sebagai Megawati. Muncul juga siluet yang diduga Megawati.
Berikut ini isi keterangan di dalam video tersebut:
“Teuku Umar, 21 September 2023, malam itu terjadi gempa lokal. Semua dipanggil ayang bebeb ke Teuku Umar.
Ayang bebeb marah besar karena si Mawar bandel tiba-tiba masuk ke Partai Mawar. Ayang bebeb marah ke Huzztho. Ayang bebeb sampai gebrak meja. Di depan Sekjen cengeng Huzztho, si petugas partai juga kena marah.
Ayang bebeb ngamuk sampai nunjuk-nunjuk si petugas partai pakai tongkat sakti karena elektabilitas petugas partai makin anjlok walau sudah pake sure-pay.
Para bohir mulai mundur. Padahal sudah pake operasi media copras-capres yang didanai Rajawali. Gempa lokal ini membuat Bebeb Kumis mencari cara untuk menang biar ayang bebeb gak ngamuk-ngamuk lagi.
Bapaknya si Mawar dan Partai Mawar menjadi target operasi Rajawali. Bapak si Mawar harus segera kunci Bebeb Kumis Rajawali agar Bebeb Kumis tidak seenaknya menggunakan kuasa Rajawali.
Bagaimana nasib copras-capres si petugas partai? Bidak catur siapa yang akan menang? Teuku Umar atau Raja Solo?".
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?