"PSI selama ini memang terkesan berada dalam "kendali" Jokowi. Indikasi itu terlihat dari tegak lurusnya PSI terhadap kehendak Jokowi. Bahkan untuk menentukan capres saja masih menunggu lampu hijau dari Jokowi," kata Jamiluddin.
Jamiluddin menambahkan, meskipun Jokowi tidak ada dalam struktur organisasi PSI, namun Jokowi merupakan pemain pada catur politik internal PSI.
"Jadi, meskipun Jokowi tidak ada di struktur PSI, namun "kekuasaannya" terkesan merasuk ke internal partai anak muda tersebut. Jokowi seolah "pengendali" bagi petinggi PSI dalam mengambil kebijakan strategis," kata Jamiluddin.
"Oleh karena itu, masuknya Kaesang di PSI seolah memformalkan trah Jokowi di partai tersebut. Kaesang menampakkan diri sebagai simbol legitimasi kekuasaan trah Jokowi di PSI," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai