POLHUKAM.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai PDIP kehilangan wibawa di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran tidak menjatuhkan sanksi berupa pemecatan setelah putra Jokowi, Kaesang Pangarep gabung ke PSI.
“Kesan paling kuat adalah PDIP kehilangan wibawa di hadapan Jokowi, dan tidak cukup berani kehilangan Jokowi,” kata Dedi saat dihubungi inilah.com di Jakarta, Rabu (27/9/2023).
“Meskipun, secara tidak langsung cara berkader Jokowi yang tidak tunduk secara total sebagaimana kader PDIP yang lain, ini bisa merusak dan menggembosi PDIP dari dalam,” ujar Dedi, menambahkan.
Artikel Terkait
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?