"Kami khawatir perubahan itu dianggap sebagai sesuatu yang sangat drastis, tapi ternyata beliau menjelaskan dengan sangat baik, dan sangat masuk akal, dan juga sangat beretika," jelas Fachrul Razi.
Mantan Menteri Agama itu melanjutkan, sebagai mantan prajurit dan pernah mengemban banyak jabatan, dirinya memegang prinsip menghormati kinerja pemimpin sebelumnya.
Kendati begitu, dirinya yang mewakili Forum Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-Polri untuk Perubahan (FP3) menyadari, perubahan merupakan keniscayaan.
"Perubahan itu bukan sesuatu yang menakutkan tapi sesuatu yang sangat terpelajar dan itu dilakukan demi Kesatuan Republik Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran