"Tergantung elektabilitas di akhir. Pemilu masih dua tahun lagi. Kalau masih rendah (elektabilitasnya), cocok Cawapres. Kalau naik cocok Capres. Enggak bisa hitam putih dari sekarang. Masih serba mungkin (berunah)," pungkasnya.
Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid berkeyakinan partainya akan bisa memimpin poros baru di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah. Artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem," kata Jazilul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022). []
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan