"Ada Rp1,5 triliun defisit anggaran, daerah ini bangkrut. Jadi, ibarat kapal, saya nakhoda dan ini kapal mau tenggelam," kata Bahtiar dikutip Kantor Berita RMOLSulsel, Senin (16/10).
Lebih jauh, Bahtiar menjelaskan bahwa penyebab defisit itu berasal dari seluruh dipangkasnya kegiatan di Pemprov Sulsel yang direncanakan di anggaran perubahan 2023, bahkan ditahan hingga Desember mendatang.
"Kegiatan kita rancang di APBD perubahan 2023, kita puasa sampai Desember. Angka Rp10,3 triliun itu angka fiktif, uangnya tidak ada. Ini yang saya sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri," terangnya.
Di samping itu, pemerintah daerah juga tentunya akan terus menjaga iklim investasi dan mendorong kemajuan dunia usaha domestik. Terkait arsitektur pendapatan tersebut, maka Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2024 diproyeksikan sebesar Rp10,466 Triliun, meningkat 3,29 persen.
"Jika dibandingkan dengan target pendapatan Tahun 2023 sebesar Rp10,133 triliun, yang terdiri dari Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp6,13 triliun atau meningkat sebesar Rp335,78 miliar lebih, Target Pendapatan Transfer sebesar Rp4,32 triliun lebih atau menurun," pungkas Bahtiar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor