POLHUKAM.ID -Pengamat politik Rocky Gerung mengaku kerap mendapatkan aksi teror, unjuk rasa hingga perusakan pagar rumah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Itu buntut dari beberapa kritiknya ke pemerintah, termasuk ucapan kasar kepada Presiden RI Joko Widodo.
Ia pun dipersulit untuk bertemu mahasiswa. Tak jarang, ia mendapatkan aksi persekusi. Pakar filsafat itu mengakui serangkaian aksi itu memang mempengaruhi dirinya. Namun, bukan menurunkan tensi untuk mengkritik pemerintah.
“Sangat memengaruhi saya, saya makin keras protes,” tegas Rocky Gerung saat menyambangi Graha Pena, Kota Bogor, seperti dikutip Radar Bogor (Jawa Pos Grup), beberapa waktu lalu.
Hingga kini, ia masih sering mendapatkan teror baik secara fisik maupun pesan langsung ke handphonenya. Ia menilai, aksi teror yang tersebut dilakukan secara masif.
Menurut dia, siapapun yang melakukan serangkaian aksi teror itu kepada dirinya adalah orang yang tengah mencari perhatian.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?