Kendati belum ada nama capres, namun Paloh menegaskan NasDem tentu mendukung pasangan yang paling baik menurut versi masyarakat Indonesia dan partai politik yang mengusung.
"Pada suatu titik, kita tidak bisa tidak, kita harus memutuskan. Bukan memilih the best among the worst, tapi bagaimana memilih yang terbaik dari yang terbaik," katanya dalam sebuah diskusi bersama para pimpinan redaksi media massa, di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
Sudah menjadi rahasia umum, sejauh ini sejumlah Partai Politik sudah terang - terangan mendeklarasikan calon Presiden yang akan diusung hajatan lima tahunan itu, seperti yang dilakukan Gerindra yang sudah solid menyatakan sikap untuk mendukung ketua umumnya Prabowo Subianto.
Sementara itu PDI Perjuangan masih terjadi polemik di internal partai karena matahari kembar, muncul nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani yang membuat kader partai besutan Megawati Soekarnoputri itu terbelah menjadi dua bagian, tim Ganjar dan tim Puan.
Paloh sendiri mengaku tidak terlalu bermasalah jika sejumlah parpol telah memutuskan nama capresnya, intinya kata dia siapa pun yang diusung Parpol dan jagoannya mesti menjaga persatuan di bangsa ini saat hajatan Pilpres dimulai, jangan sampai masyarakat menjadi terbelah sebagaimana yang terjadi pada Pilpres sebelumnya yang melahirkan kelompok ‘cebong-kampret’
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang