Anies mengatakan bisa menang di Solo asal tidak curang.
"Bapak ibu kalian yang bilang, asal tidak curang. Tapi kita sudah dengar katanya mau netral," ungkap dia.
Anies pun menilai kapan kecurangan itu bisa berdampak. Ketika selisihnya sedikit, ketika selisihnya besar maka sulit dilakukan kecurangan.
"Betul. Siap di Solo selisihnya besar. Siap di Solo menangnya besar, kalau menangnya besar sulit bikin curang itu. Tapi kalau menangnya ngepres, nah itu ada barang-barang yang hilang di tengah jalan," paparnya.
"Insya Allah di Solo ini kalau sampai kita makin hari makin membuat gerakan perubahan maka makin menguat. Kita menginginkan Indonesia lebih adil, kita bikin tata kenegaraan yang lebih menggunakan akal sehat, kita menginginkan aturan hukum yang benar-benar untuk keadilan bukan untuk kekuasaan," sambung dia.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian gerakan di Solo, sehingga makin hari makin kuat. Maka, insya allah empat bulan lagi di sini bisa sujud syukur kemenangan dari Solo.
"Menangnya harus menang besar. Menang besar, menang mutlak, insya allah," imbuhnya.
Anies tidak mempermasalahkan survei yang ada sekarang. Biarlah angka survei itu menjadi kepuasan para penyelenggara survei.
"Kita hormati, bagaimanapun juga mereka menyelenggarakan survei dan jadi masukan buat kita. Disisi lain, kita tahu sesungguhnya yang terjadi di masyarakat. InsyaAllah, kemenangan diantarkan pada kita. Insya Allah, Solonya lebih maju, Indonesianya lebih adil," tandasnya.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?