POLHUKAM.ID - Pilpres 2024 dipenuhi dengan 'drakor politik'. Salah satu yang paling disorot, yakni hubungan keluarga Presiden Jokowi dengan Megawati.
Keluarga Jokowi kini berkumpul di Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendukung Prabowo-Gibran. Sedangkan Megawati bersama koalisi PDIP-nya mengusung Ganjar-Mahfud.
Tensi panas ini masih terlihat bahkan saat pengundian nomor urut capres-cawapres di KPU pada 14 November 2023. Lalu, apakah ini akan menguntungkan kubu AMIN?
"Politik itu, kan, diawali dengan persepsi. Jadi persepsinya itu memang begitu. Tapi apakah di bawah [sampai persepsi itu]. Kalau ternyata enggak nyampe, yang nyampe itu sembako, ya beda lagi persepsinya," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid dalam talkshow kumparan Info A1, dikutip Jumat (17/11).
Saat ini yang harus dilakukan Timnas AMIN, yakni meyakinkan dan memberi kesadaran kepada masyarakat dalam memilih pemimpin. Selain itu, tim juga harus melihat bagaimana trik-trik yang dilakukan kekuasaan dalam memanfaatkan berbagai hal untuk Pilpres.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?