UU titipan oligarki itu, kata Haedar, tetap lolos meskipun masif desakan penolakan dari berbagai elemen publik terhadap aturan yang dinilai bertentangan dengan konstitusi itu.
“Tak peduli suara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan semua kekuatan masyarakat, padahal kita berkehendak, dengarlah kami karena yang kami suarakan betul-betul demi kepentingan bangsa dan negara,” sesalnya.
Atas dasar itu, Haedar berharap Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk tidak meloloskan UU titipan oligarki jika kelak terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
“Sehingga jangan sampai ke depan ada UU yang kemudian diputuskan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Itu saja, ruang awal yang kami inginkan,” demikian Haedar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?