UU titipan oligarki itu, kata Haedar, tetap lolos meskipun masif desakan penolakan dari berbagai elemen publik terhadap aturan yang dinilai bertentangan dengan konstitusi itu.
“Tak peduli suara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan semua kekuatan masyarakat, padahal kita berkehendak, dengarlah kami karena yang kami suarakan betul-betul demi kepentingan bangsa dan negara,” sesalnya.
Atas dasar itu, Haedar berharap Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk tidak meloloskan UU titipan oligarki jika kelak terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
“Sehingga jangan sampai ke depan ada UU yang kemudian diputuskan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Itu saja, ruang awal yang kami inginkan,” demikian Haedar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai