POLHUKAM.ID -Pemilu 2024 seolah telah menjadi ajang bagi kaum elite dan intelektual politik untuk memutar otak membangun narasi tentang Presiden Joko Widodo.
Sebagian besar tampak frustasi lantaran diharuskan membangun narasi secara massif bahwa demokrasi di tangan Presiden Jokowi dalam bahaya.
Kebingungan terjadi karena pada dasarnya mereka merupakan orang-orang yang selama ini menjadi pendukung utama Jokowi. Mereka dulu menganggap Jokowi orang paling tepat untuk menjaga demokrasi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang