"Tidak selalu Pak. Justru secara statistik pelaku korupsi lebih banyak adalah laki-laki," sentil Susi dikutip dari akun X pribadinya, Senin (18/12).
Susi heran, Mahfud yang kini masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini justru membahas kasus rasuah dikaitkan dengan gender.
Padahal baginya, tidak ada hubungan antara korupsi dengan gender seseorang.
"Ndak boleh dong korupsi dikaitkan dengan genderism. Kalaupun ada karena istrinya, berarti suami itu bodoh, tamak, dan memang jahat," tutup wanita yang kerap dijuluki Ratu Pantai Selatan ini
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?