Mengutamakan berpikir kritis dianggap sebagai langkah awal yang sangat penting.
Dalam pandangan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan keterampilan untuk tidak secara impulsif menerima berita dan mengedepankan proses verifikasi.
Proses ini melibatkan perbandingan informasi dari berbagai sumber sebelum menyebarkannya atau memberikan kepercayaan.
Dewi Sartika juga memberikan panduan praktis dalam mengidentifikasi hoaks, yaitu melalui judul yang cenderung provokatif, ajakan untuk menyebarkan, dan susunan kalimat yang tidak terstruktur.
Dirinya menegaskan bahwa selektivitas dalam memilih dan membagikan informasi adalah cerminan dari kualitas kepribadian seseorang.
Dengan cara ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: manggarainews.com
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Beban atau Aset? Analisis Mengejutkan Soal Risiko Prabowo
Rahasia 4,5 Jam Prabowo dengan 5 Raja Bisnis Indonesia: Apa yang Dibahas di Balik Pintu Tertutup?
Amien Rais Bongkar Keresahan Jokowi: Bisakah Gibran & PSI Menang Pilpres 2029?
Amien Rais Bongkar Penyebab Kesehatan Jokowi Drop Drastis Pasca Lengser, Ini Faktanya!