Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan keterangan jika penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) sesuai dengan jadwal tahun 2024 mendatang.
"Saya masih yakin, saya bukan curiga tanpa dasar. Karena watak dari sebuah kekuasaan, dimana saja bukan hanya di Indonesia, itu emoh (tidak mau) turun. Sehingga ada kata-kata 'No body will relingest his all good power golden to related'," terang dia saat menjadi pembicara dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah, di Edutorium UMS, Senin (30/5/2022).
Amie Rain menjelaskan, tidak ada penguasa laki-laki atau perempuan yang kemudian melepaskan kekuasaannya sukarela. Tidak ada, kalau bisa ditambah.
"Ini bukan Indonesia saja tapi seluruh watak manusia di Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan China sama saja. Jadi kita tidak aneh," papar dia.
"Cuma dengan akal sehat dan nurani kita, mestinya tidak begitu. Kalau sudah dua periode, ya dua saja jangan tambah lagi," ungkapnya.
Artikel Terkait
Pemilu 2029: Bukan Banteng vs Gajah, Tapi Satu Kekuatan Ini yang Paling Ditakuti Analis
Prabowo Tantang Pakar Ekonomi: Siap-siap dengan Kejutan Besar
Luhut Bongkar Masalah OJK: Komisioner Terlalu Berkuasa, Respons Lambat, Ini Solusinya!
Misteri Penolakan Demokrat: Strategi Rahasia Amankan Jalan AHY ke Pilpres 2029?